Senin, 26 September 2016

TRAGEDI KAKUI MOST BAND ROCK-HK

TRAGEDI KAKUI MOST BAND ROCK-HK



Pernah merasa hati tersayat saat mendengar sebuah lagu atau video klip? Anda merasa sedih dan belanjut dengan mata berkaca-kaca.. Bila anda teruskan barangkali bisa-bisa wajah anda berlinang air mata. Mungkin anda bilang, “Ihh, lebayy..!!”. “Ih, cengeng.. kayak cewek aja..!!”. Tapi kenyataannya emang lagi itu menyayat, so mo gimana lagi?? Saat berada di keramaian barangkali nggak begitu “ngefek”, coba dengarkan/tonton saat anda sendiri.. Lagu itu terasa “ngefek”, entah karena lagu itu sendiri atau anda memang memiliki kenangan yang khas atas lagu itu..

Beberapa hari ini saya sering memutar kembali lagu dari sebuah rock band asal Hongkong, BEYOND. Sepuluh tahun lalu (2001), saat pertama kali denger, saya merasa lagu ini punya magnet yang kuat  Lagu ini mirip lagu X Japan yang keluar dari hati, nyentuh, ditambah instrumen piano dan biola.. Jadi emang betul menyayat..

Ngintip info di wikipedia,  tahun 1983, Beyond ini awalnya tidak diterima publik karena musiknya yang sangat cadas. Lalu sang vokalis mereka mengubah aliran musik menjadi romantic rock, musik mereka yang sebelumnya “keras” menjadi cukup “smooth”. Sejak itu lagu-lagu mereka diterima dan banyak menjadi hits. Sebelum 1994 personil mereka adalah:

Wong Ka Kui (Koma Wong, Lead Vocal)
Wong Ka Keung (Steve Wong, Bassis)
Wong Kwon Chung (Paul Wong, Gitaris)
Yip Sai Wing (Wing Yip, Drummer)

Tragis, tahun 1993 Wong Ka Kui, tewas saat syuting game show di Tokyo Fuji Television game. Wong Ka Kui terjatuh dari ketinggian 2-3 m karena stage yang diduga licin. Setelah koma seminggu, Ka Kui meninggal dunia.. So Tragic.. Bagi orang Hongkong, kecelakaan yang merenggut nyawa Ka Kui bukan sekedar kehilangan seorang artis, tetapi juga tentang hilangnya “seorang revolusioner” dalam dunia musik.

Kembali pada lagu, kita sadari kalau sebuah karya seni yang apresiatif bukan sekedar basa-basi yang mudah datang dan cepat pergi.. easy come and easy go. Sebuah lagu sebagai karya seni adalah curahan hati dan emosi mereka yang menciptakannya. Apa yang mereka rasakan diekspresikan dalam lirik-lirik lagu dan irama yang merepresentasikan perasaan mereka.

Jarang-jarang saya tersentuh oleh sebuah lagu sampai terhanyut dan sangat-sangat berempati pada apa yang dirasakan oleh mereka yang menyanyikannya. Barangkali karena lagu itu memang sangat-sangat dahsyat terasa. Membuat perasaan seolah diaduk-aduk dan berguncang. Lagu dari Beyond dan instrumennya menjadi “pesan” yang sangat universal. Tanpa kita tahu apa makna dari lagu itu, kita seolah dapat merasakan goresan-goresan makna yang ada padanya. Instrumen dari lagu, irama dan visualisasi memperkuat pesan verbal dari lirik lagu yang sesungguhnya kata-katanya belum tentu dipahami oleh pendengarnya.

Selasa, 13 September 2016

The Sad Story Korean Girl Who Tormented

The Sad Story Korean Girl Who Tormented

Seorang gadids berusia 23 tahun bernama Park Yeonmi adalah seorang yang dikenal berhasil melarikan diri dari tragisnya kehidupan di Korea Utara. Dibuku yang ditulisnya "In Order To Live" dia menceritakan bagaimana ia dan keluargannya berhasil keluar dari negri tersebut buku ini berhasil menyentuh jutaan pembaca.


Yeon Mi Park lahir di Korea Utara 4 Oktober 1993. Dari kehidupannya selama ini yang paling dia ingat memang cuman kelaparan. Setiap harinya ibunya mengantarkan ia ke sekolah dan selalu mengingatkan dia supaya tidak berbicara sembarangan. Tetanggannya sering hilang tanpa jejak bahkan ia bisa melihat banyak mayat di jalan yang mati kelaparan. Anak anak di sana ngeliat binatang bukan hanya gak merasa takut, tapi malahan senang, karena itu adalah hewan yang sangat berharga.


Karena bahan yang nggak cukup, pemerintah bahkan memninta setiap keluarga buat menyerahkan kotoran mereka "tai" di rumahnya setiap hari dalam jumlah yang sudah di tentukan. Karena inilah, anak anak ga berani buang air besar di sekolah, mereka harus menahannya sampai pulang ke rumah. Setiap lembar buku cetak anak-anak ada gambar mata mengerikan.

Itu adalah gambar orang Amerika yang sedang mengeksekusi masyarakat Korea Utara. Yeon Mi Masih ingat betul sebuah pertanyaan yang ada di buku cetak matematika, "Kalau kamu membunuh seorang bajingan Amerika, temanmu membunuh dua, jadi beapa bajingan Amerika yang kalian bunuh?

Buku cetak mereka juga sering mengambarkan berapa kotor dan berantakan Korea Selatan mereka bisa melhat orang orang kelaparan dimana mana. Tapi sampai ia benar benar melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Korea Selatan , dia baru tau semua itu mengambarkan negrinya sendiri.

Waktu dia SMP, akkak perempuannya menghilang dia cuman meninngalkan selembar kertas bertuliskan, "Cari ibu ini dia bisa bawa kamu ke China", saat itulah Yeou Mi baru punya pemikiran untuk kabur dari Korea Utara. Akhirnya ia dan ibunya berdiskusi untuk pergi ke China mencari kakak mereka, kalau semuanya sudah aman baru mereka kembali menjemput ayah mereka yang kesehatannya kurang baik. Akhirnya ibu anak ini mulai berganti pakaian bewarna gelap, dengan bantuan orang kemudian berpura pura menjadi petugas pengiriman barang dan pergi lewat jalanan kecil di tempat terpencil, sampai akhirnya mereka sampai di pinggir sungai, yang sebelahnya penuh dengan tentara China.

Saat ini orang yang membantu mereka mengatakan setelah melewati sungai jangan mengatakan pada siapapun usia mereka sebenarnya mama harus mengatakan ia berusia 28tahun dan anaknya 18 tahun. Karena terlalu kecil atau terlalu tua mereka tidak akan menerima mereka, tapi dengan memikirkan semua resiko yang ada mereka memilih mencoba dari pada harus tetap memikirkan kehidupan yang kejam di Korea Utara.

Sewaktu melawati sungai mereka harus terus menghindar dari tentara Korut dan China selkanjutnya mereka harus pergi ke sebuah rumah kayu yang di dalamnua akan ada lagi orang yang membantunya tapi tenyata oran ini menyuruh Yeon Mi naik ke ranjang dan tidur bersamannya kalau tidak dia akan memberitahu pemerintah di waktu inilah ibunya mengatakan rela mengantikan putrinya untuk tidur dengannya , Yeoun Mi hanya bisa menangis dan melihat semuanya dari samping, melihat mamanya "diperkosa" oleh lelaki itu. Setelah itu lelaki itu bilang akan menjual kami dan menjadikan kami istri simpanan orang lain. Yeoun Mi akhirnya dijual ke seorang pria berusia 32 Tahun.

Setelah dijual dia baru tahu dia juga harus membantu suaminya kerja sebagai wanita panggilan. Dia sangat membenci semuanya ini, bukan hanya nggak menemukan kakaknya dia malahan menghadapi atahnya sakit parah dan meningal dunia. Dia harus putus asa akhirnya bersama ibunya sekali lagi merencanakan untuk melarikan diri.


Mereka akhirnya naik bis meninggalkan kota Shen Yang pergi ke Qing Dao dan bersembunyi di sebuah gereja beberapa waktu, kemudian akhirnya ikut misionaris ke Mongolia. Dulu pernah ada orang kaburan dari Korea Utara perge ke Mongolia dan dibantu oleh diplomat Korea Selatan, hal ini membuat Yeon Mi dan ibunya punya sedikit harapan. Keduannya melwati gurun Gobi sesuai intruksi kemudian akhirnya sampai di perbatasan Mongolia, namun mereka ditangkap oleh penjaga perbatasan dan ditahan. Tapi penjaga tidak berniat untuk mengembalikan mereka ke Korea Utara, melainkan menyerahkan mereka ke kedutaan Korea Selatan. Saat inilah akhirnya mereka menyadari mereka sudah terbebas!!

Waktu ditanya petugas apa rencana mereka selanjutnya, Yeoun Mi langsung menjawab, keinginan kuliah dan berhasil bebas dari Korea Utara. Dia masuk ke Korea Selatan dengna identitas aktivis dan masuk program televisi Korea Selatan. Berikutnya ia juga akhirnya menjadi pembicara di banyak negara untuk gerakan promosi hak asasi manusia. Ia menyadari di Korea Utara masyarakat bukan hanya tidak dianggap sebagai individu, mereka juga memperbudak masyarakat. Sekarang dia sudah merasakan kebebasan, dan dia ingin belajar untuk berfikir secara mandiri dan menikmati kebebasan ini dengan mengabdikan diri membantu orang-orang seluruh dunia yang terrindas.