Rabu, 24 Februari 2016

Supermom "Angelina Jolie"

Masih kenal dengan Actor cantik yang satu ini? 



Angelina Jolie Voight atau yang akrab disapa Angelina Jolie lahir di Los Angeles 4 Juni 1975. Dia adalah putri pasangan aktor Jon Voight dan mantan aktris Marcheline Bertrand (meninggal 27 Januari 2007). Angelina memiliki seorang kakak bernama James Haven. 

Tak lama setelah orangtua Angelina bercerai tahun 1976, dia dan James tinggal bersama ibu mereka yang memutuskan untuk berhenti menjadi aktris. Sejak masih kecil, Angelina sangat mengagumi bakat akting ibunya. Terinspirasi dari film-film yang dibintangi Marcheline, Angelina pun memutuskan untuk mendalami bidang akting. 

Namun saat berusia 14 tahun, Angelina sempat berniat untuk menjadi pimpinan pengurus pemakaman. Dalam masa-masa tersebut, Angelina kerap mengenakan pakaian serba hitam dan mewarnai rambutnya dengan warna ungu. Dia bahkan sempat tinggal bersama kekasihnya. Dua tahun kemudian, setelah hubungan itu berakhir, Angelina memutuskan untuk kembali mempelajari bidang akting. 

Ketika masih muda, Angelina kerap dijahili teman-temannya. Bahkan penampilannya pun cenderung seperti remaja kutubuku yang kerap mengenakan kacamata dan kawat gigi. Kondisi menjadi semakin sulit ketika Angelina tak berhasil di bidang akting. Diungkapkan Angelina, dia pernah mengoleksi pisau dan melukai tubuhnya demi menghilangkan stres. 

Berlawanan dengan hubungannya dengan sang ibu, Angelina bahkan kerap berseteru dengan ayahnya. Mereka kemudian mencoba berdamai dan kembali dekat saat Jon tampil di film yang membuat namanya melejit, "Lara Croft: Tomb Raider" (2001). Namun, hubungan ayah dan anak itu tak kunjung membaik. 

Setahun kemudian, Angelina mengajukan permohonan untuk menghilangkan nama belakang Voight dan menyandang nama Angelina Jolie. Pengadilan mengabulkan permohonan Angelina pada 12 September 2002. Pada tahun yang sama, Jon mengungkapkan pada media kalau putrinya itu memiliki masalah mental yang sangat serius. Karena pernyataan Jon tersebut, Angelina akhirnya memutuskan untuk berhenti berkomunikasi dengan ayahnya. Perang dingin antaa Angelina dan Jon sedikit mereda saat Jon menemui Angelina di lokasi syuting film "The Tourist", Venice, Italia. 

Terkait karirnya sebagai aktris, nama Angelina mulai dikenal ketika dia berhasil meraih penghargaan Golden Globe kategori Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television lewat mini seri "George Wallace" (1997). Kepiawaiannya berakting semakin diakui saat dia meraih penghargaan Oscar kategori Best Supporting Actress lewat film "Girl, Interuppted" (1999). Adapun beberapa film yang pernah dibintanginya yakni "Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life", "Sky Captain and the World of Tomorrow", "Mr and Mrs Smith, "Wanted", "Changeling" dan "Salt". 

Di kehidupan pribadi, Angelina pernah menikah dua kali yakni dengan Jonny Lee Miller (28 Maret 1996 - 3 Februari 1999) dan Billy Bob Thornton (5 Mei 2000 - 27 Mei 2003). Kini dia telah menjalin kasih dengan mantan suami Jennifer Aniston, Brad Pitt. Mereka telah menjalin kasih sejak tahun 2005. Dari hubungan asmaranya dengan Brad tersebut, Angelina memiliki tiga orang anak kandung (Knox, Shiloh dan Vivienne) dan tiga orang anak angkat (Maddox, Pax dan Zahara). 

Jumat, 12 Februari 2016

Do not regret your mistake, regret will only make you weak


Tidak terpikir sedikitpun untuk berhenti, ada tiga hal yang membuat manusia terjebak dalam kehidupan yang gelap.Tahta, Wanita, Judi/Minuman keras. Saya mulai terjebak dalam beberapa hal ini. Berharap tuhan membantu saya keluar dari permasalahan yang menyelimutiku. Aku punya mimpi yang besar, aku ingin berusaha keras, aku tidak ingin membuang masa depan ku disini. rasa ini membuat ku nyaman dan pelan terkikis hingga tak ada yang tau siapa diriku sekarang, apa guna diriku, apa hal yang diingat tentangku.

I'm in here to share my life story, if you want to be a good man, succsess man dont think to try want to happienes in first and broken in end.

"Do not waste your chance, opportunity does not come every time".

Senin, 30 November 2015

You Can Do It Friend's


Malam yang terang dipenuhi bintang-bintang di terangi terang nya bulan, memaksa kita untuk menjadi kuat. Ada saat dimana kita harus bersama dan berpisah.

Perpisahan bukanlah berakhirnya semua langkah. Perpisahaan akan menjadi awal kebangkitan kita semua, jauh lebih matang, dan dewasa untuk suatu hari nanti.

Tidak akan ada yang tau, kapan anda pergi. Manusia boleh berencana tapi tuhan yang menentukan. Jika saya boleh berkata "Jagan ada kata perpisahaan untuk semua orang, karena hal yang baik akan menjadi awal yang baik dan berakhir dengan kebaikan". 




To my friends

Sabtu, 21 November 2015

Can You hear me


Hello, it's me
I was wondering if after all these years
You'd like to meet, to go over
Everything
They say that time's supposed to heal ya
But I ain't done much healing

Hello, can you hear me?
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet

There's such a difference between us
And a million miles

Hello from the other side
I must've called a thousand times to tell you
I'm sorry, for everything that I've done
But when I call you never seem to be home

Hello from the outside
At least I can say that I've tried to tell you
I'm sorry, for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart anymore

Hello, how are you?
It's so typical of me to talk about myself
I'm sorry, I hope that you're well
Did you ever make it out of that town
Where nothing ever happened?

It's no secret
That the both of us are running out of time

Hello from the other side
I must've called a thousand times to tell you
I'm sorry, for everything that I've done
But when I call you never seem to be home

Hello from the outside
At least I can say that I've tried to tell you
I'm sorry, for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart anymore

Ooooohh, anymore
Ooooohh, anymore
Ooooohh, anymore
Anymore

Hello from the other side
I must've called a thousand times to tell you
I'm sorry, for everything that I've done
But when I call you never seem to be home

Hello from the outside
At least I can say that I've tried to tell you
I'm sorry, for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart anymore.

Kamis, 05 November 2015

Hidup ini Indah Jika Saling Berbagi & Memaafkan

Hidup ini Indah Jika Saling Berbagi & Memaafkan                                                                                                                                 

Cinta tak harus memiliki, Kasih tak selamanya dibagi. Mungkin tidak akan pernah anda jujur dengan siapa orang  yang sedang anda pikirkan sekarang. Terkadang lelaki selalu merasa kuat di depan wanita. Siapa yang pernah tau isi hati sang pria??? Dia merasa sakit, dia membutuhkan seseorang yang siap mendengar keluh kesahnya, dia merindukan dirimu. Bahkan cenderung di pendam tanpa ada yang mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

Bagaimana dengan wanita? sudah cukup mengertikah para pria tentang wanita?. Tentu tidak wanita bukan orang yang gampang ditebak, wanita cenderung dengan kepribadian yang pendiam yang membuat para pria bingung.. bahkan tidak sedikit yang mengakibatkan kesalah pahaman yang menuai perdebatan. 

Lakukan apa yang menurut kamu benar, hilangkan rasa egois di dalam hati, berpikir la jernih kedepan. Jika sedikit gula bisa membawa para semut berkumpul, kenapa tidak dengan sedikit maaf yang menyatuhkan kita kembali.

Awali cinta dengan pikiran yang jernih, hati yang suci, yang akan membuatmu menjadi orang yang kuat. Dan sayangi orang yang ada di dekatmu sebelum terlambat itu datang di kemudian hari. 


Selasa, 20 Oktober 2015

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

 Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100,-. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.

Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya. Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19. Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.” Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang.

Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar. ”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya.

Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob. Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam. Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Profil dan Biodata Bob Sadino 
Nama : Bob Sadino
Lahir : Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama : Islam

Pendidikan : 

  • SD, Yogyakarta (1947) 
  • SMP, Jakarta (1950)
  • SMA, Jakarta (1953) 
Karir : 
  • Karyawan Unilever (1954-1955) 
  • Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967) 
  • Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
  • Dirut PT Boga Catur Rata
  • PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham) 
  • PT Kem Farms (kebun sayur)